Posted by: bakauhiyon | January 23, 2009

WELCOME TO ACEH – NANGGROE ACEH DARUSSALAM

NANGGROE ACEH DARUSSALAM
Aceh is a special territory (daerah istimewa) of Indonesia, an administrative designation intended to give the area increased autonomy from the central government in Jakarta. Located on the northern tip of the island of Sumatra, Indonesia’s northernmost and westernmost province.

Baiturrachman, Aceh Heritage Landmark

Baiturrachman, Aceh Heritage Landmark

Its full name is Nanggröe Aceh Darussalam (NAD). The province which covers an area 60,000 (57,365.57) sq km with the population of 4,200,000 and divided into several ethnic groups: Acehnese, Gayonese, Alasnese, Aneuk Jamee, Melayu Tamiang, Kluet, Devayan, Sigulai, Julu and Haloban, that spread out in 23 Regencies and Cities. Approximately 10 different languages are spoken in Aceh but in general Bahasa Indonesia is use between community.

Sultan Iskandar Muda Airport Banda Aceh

Sultan Iskandar Muda Airport Banda Aceh

Aceh could be reach by air from Jakarta with a few minutes stop over at Polonia Air Port in Medan and would takes 2 hours, then continue fly the other 45 minutes to a green land view Mount of Sultan Iskandar Muda Air Port at Banda Aceh with a fascinating view of Seulawah Agam as a background.

Aceh view from above

Aceh view from above

If you are coming from Europe or United States you could take flights from Kuala Lumpur, Malaysia which fly to Banda Aceh directly. The morning flight offer a beautiful scenery of Sumatra from above where we could see Bukit Barisan mountain range and a thick green tropical rain forest interrupted with a cluster of Palm and Rubber trees.

Posted by: bakauhiyon | January 23, 2009

KEINDAHAN LAUT DAN PANTAI KEPULAUAN WEH

KEINDAHAN LAUT DAN PANTAI KEPULAUAN WEH
gue013

Bila mempunyai waktu lebih lama, selain kawasan wisata yang telah disebutkan, menjelajahi kawasan wisata lainnya tentu merupakan perjalanan wisata yang mengesankan, dari Iboih ada jalan menuju ke kawasan BALEK GUNUNG yang terletak disisi perbukitan yang lain dan hanya bisa dilalui dengan jungle tracking, bila berjalan keselatan Gapang ada Lumpur panas yang mendidih dan pantai PRIA LAOT dengan muara sungai kecil yang bila ditelusuri akan bertemu dengan sebuah air terjun.
Disemenanjung Selatan Pulau Weh ada PANTAI BANGO, PANTAI PASIR PUTIH, dan daerah KEUNEKAI yang pantainya terdapat sumber air panas.

Pulau Weh in a faraway

Pulau Weh in a faraway

Di sekitar Kota SABANG sendiri ada beberapa kawasan wisata yang cukup menarik, selain bangunan tua peninggalan masa kolonial, ada DANAU ANEUK LAOT, Pantai SABANG FAIR, PANTAI KASIH, pantai SUMUR TIGA dan pantai UJUNG KAREUNG.

pdhi047Bila melakukan perjalanan ke Nanggroe Aceh Darussalam jangan lupa mengunjungi Pulau Weh yang menawarkan pemandangan kepulauan Negeri tropis, dengan pesona wisata yang tidak kalah indahnya dengan kawasan wisata dunia lainnya, terutama wisata pantai, kehidupan berbagai ikan dibawah laut, melihat berbagai jenis burung dan kupu serta satwa liar lainnya dikawasan hutan lindung hutan hujan tropis.

Posted by: bakauhiyon | January 23, 2009

IBOIH, GAPANG, PULAU RUBIAH: WISATA LAUT DAN ECOTOURISM

IBOIH, adalah sebuah desa kawasan wisata tepi laut, letaknya 21 km disebelah barat kota Sabang, disini selain dapat menikmati pinggiran pantai dengan hanya berjalan kaki, wisatawan dapat pula berenang, menyelam atau snorkelling.
Bila berjalan sedikit kearah selatan Iboih, ada suatu tempat wisata yang dikenal dengan nama GAPANG, juga merupakan kawasan wisata exclusive dimana banyak wisatawan asing dari NGO yang bertugas bagi Rehabilitasi Aceh Pasca Tsunami menghabiskan weekend nya sejak jum’at sore dan kembali ke Banda Aceh pada minggu sore.p1240264

di Iboih ini banyak terdapat tempat bermalam yang bervariasi harganya, dari harga sekitar Rp. 50 ribu samapi dengan harga Rp.250 ribu. Selain wisata pantai, bagian Utara Iboih merupakan kawasan hutan lindung dan bila terus ke utara sejauh kira-kira10 km akan sampai ke kawasan TUGU Indonesia NOL KILOMETER
p1240254
p1240240Diseberang Iboih adalah PULAU RUBIAH dengan pemandangan bawah laut yang indah menawan yang dapat dinikmati dengan melakukan diving, snorkeling atau sekedar berkeliling menggunakan perahu nelayan, selain itu perahu sewaan dengan panel kaca untuk mengintip kehidupan bawah laut dari dalam perahu juga tersedia disini, disebelah utara Rubiah adalah Pulau RONDO dan PULAU SEULAKO yang merupakan tempat yang bisa dinikmati bagi penggemar wisata memancing ikan.

Posted by: bakauhiyon | January 23, 2009

KOTA SABANG: JANTUNGNYA PULAU WEH

Access road Balohan-Sabang vv

Access road Balohan-Sabang vv

Dari Balohan menuju kota SABANG dapat dilakukan dengan menggunakan taksi atau minibus, dengan menapaki punggung gunung melalui jalan utama menuju ke arah utara, jalan menanjak ini dibagian tengahnya dihiasi pohon-pohon berbunga merah muda, dan disebuah sudut suatu persimpangan ada terpampang marka jalan menunjuk arah 400 meter ke DANAU ANEUK LAOT.

Danau Aneuk Laot, Pulau Weh, Aceh Indonesia

Danau Aneuk Laot, Pulau Weh, Aceh Indonesia

Perjalanan selanjutnya melintasi suatu tempat peristirahatan ditepi sebuah tebing yang tinggi dimana dapat terlihat keheningan Danau Aneuk Laot, setelah melalui perjalanan mendaki dan berkelok kelok sepanjang lebih sedikit boleh tapi tidak kurang dari 10 KM sampailah di suatu sudut kota SABANG yang menyuguhkan pemandangan toko-toko disepanjang Jalan PERDAGANGAN.

Jalan Perdagangan, Sabang City

Jalan Perdagangan, Sabang City

Toko-toko ini buka di pagi hari hanya sampai kurang lebih jam 10.00 , karenanya bila berkunjung disiang hari, akan terlihat wajah kota yang sepi dan toko-toko yang tutup tersebut akan dibuka kembali pada jam 5 petang

a view from Jl. Cut Nyk Dien Sabang downtown

a view from Jl. Cut Nyk Dien Sabang downtown

Sabang downtown, pulau Weh
Sabang downtown, pulau Weh

Kota Sabang disiang hari disepanjang jalan Perdagangan yang sejajar dengan garis pantai ini terlihat lengang, yang tampak hanya pedagang buah, kios kecil yang menjajakan minuman dan makanan kecil, kios pedagang rokok dan beberapa rumah makan.

Posted by: bakauhiyon | January 23, 2009

BALOHAN: PINTU GERBANG PULAU WEH

Speed boat toward Pulau Weh, Aceh Indonesia

Speed boat toward Pulau Weh, Aceh Indonesia

Dikejauhan tampak PULAU WEH sebagai gunung tinggi yang muncul dari permukaan laut, semakin dekat kian jelas terlihat puncak2 dan lembahnya yang ditutupi oleh permadani hijau hutan hujan tropis, sementara senyuman pasir putih dibibir pantai dan nyiur hijau melambai menyambut kedatangan wisatawan di dermaga pelabuhan Teluk BALOHAN.

Speed boat at Balohan, Pulau Weh

Speed boat at Balohan, Pulau Weh

BALOHAN adalah pintu masuk PULAU WEH, merupakan pelabuhan laut alami yang terletak dilekukan sebuah teluk.
coffee shop at Balohan seaport

coffee shop at Balohan seaport

Balohan adalah desa kecil yang ramai hanya pada saat kapal berangkat dan datang pada pagi dan petang hari, selebihnya hanyalah wajah sunyi dari laut biru, dermaga dengan kantor adminitrasi pelabuhan, penjaja penganan oleh oleh dan kedai kopi.

fisherman canoe at Balohan's water basin

fisherman canoe at Balohan's water basin

Kalau berjalan ke garis pantai disisi kanan dermaga dapat terlihat sekawanan sapi yang asyik merumput , perahu2 nelayan tertambat dimuara sebuah sungai kecil, rerumpunan pohon bakau, dan perkampungan kecil dengan rumah penduduk menyela di kaki kaki perbukitan yang hijau. Semua nuansa sunyi itu adalah sebuah pemandangan indah untuk dinikmati bila pertama kali menginjakkan kaki di PULAU WEH

Posted by: bakauhiyon | December 20, 2008

SABANG- kota kecil di Pulau WEH

Sunset at Ulee Lheue, Banda Aceh Indonesia

Sunset at Ulee Lheue, Banda Aceh Indonesia

PULAU WEH dan Kota SABANG adalah tujuan wisata yang tidak boleh dilupakan bila berkunjung ke ACEH, Dari foto udara Kepulauan Weh itu terlihat sebagai huruf W, tapi menurut orang Aceh kata “WEH” itu mempunyai arti PERGI atau JALAN, maka pergilah ke Pulu Weh yang terdiri dari 5 pulau: yang terbesar adalah Pulau Weg dengan luas 121 km2, yang lain merupakan pulau pulau kecil: Pulau Rubiah 0,357 km2, Pulau Seulako 0,055 km2, Pulau Klah 0,186 km2, dan Pulau Rondo 0,650 km2.
Banda Aceh AirPort

Banda Aceh AirPort

Untuk menggapai Pulau Weh, dari Bandara Udara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh  dapat langsung menuju pelabuhan laut ULEE LHEUE menggunakan taksi dengan menempuh jarak kurang lebih 35 km atau boleh juga dari depan masjid Baiturrahman BANDA ACEH dengan menggunakan LABI-LABI atau becak bermotor menempuh jarak sejauh kurang lebih 10 km dalam waktu kurang lebih 15 menit.

speedboat at Ulee Lheue, Aceh Indoneia

speedboat at Ulee Lheue, Aceh Indoneia

Penyebrangan dari pelabuhan Ulee Lheue dapat menggunakan Ferry dengan menempuh perjalanan selama 2 jam, sedangkan dengan kapal cepat atau speed boat hanya butuh waktu 45 menit.

speed boat leave Ulee Lheue seaport

speed boat leave Ulee Lheue seaport

Dari atas kapal  dapat dinikmati pemandangan indah berpadunya langit biru dan samudra luas pantai Ulhee Leue, dan sebaris pegunungan hijau didataran Banda Aceh yang memanjang sampai ke kepulauan Breuh. diburitan terlihat jejak buih putih membelah laut biru , ada juga perahu nelayan melintas diayun gelombang

Sabang is a small town in a cluster of Weh island, the islands
which located at most NorthWestern corner of Indonesia Region.
From faraway all visitors come from  Banda Aceh’s UleeLheue
seaport by a Ro-ro Ferry or speedy boat would find a very scenic
view of a mountain range of Weh Island which covered by a lush
green trees confined by  a bluish crystal clear sea water.

Balohan Seaport, Weh Island

Balohan Seaport, Weh Island

Sabang is a small city in Pulau WEH (Weh Island), a city which is located 10 km away to the North from Balohan Sea Port.
An excursion on Sabang and its Surrounding were merely a Hilly Mountains, Beach Resort and to a few Small islands near by like
Rubiah Island, Rondo Island, Seulako Island, Klah Island and a
pristine of IBOIH and GAPANG, NOL (=zero) KILOMETER and other beaches with its beautiful nature and marine life Read More…

Posted by: bakauhiyon | September 9, 2008

Jakarta, Indonesia’s capital city

Bunderan HI Jakarta
Bunderan HI Jakarta
Sudirman Statue Jakarta Indonesia

Sudirman Statue Jakarta Indonesia

Jakarta begin its history in 16th century as a Town Harbour SUNDA KELAPA under the name of JAYAKARTA meaning Glorious Victory by Prince FATAHILLAH in June 21, 1527.

The arrival of VOC In the Dutch Era Colonialisation in 1619, destroyed the City of Jayakarta and change the name into BATAVIA.

After the outbreak of World War II where the troops of align European country: Bitish, Dutch, America defeating Japanese troop between 1942 to 1945 during which time Batavia change the name into JAKARTA and was retained after Indonesia achieved national independence after the war’s ending.                      

From the long History above, until now one could find a World War Second Cemetery in Jakarta where the troops from: UK, AUSTRALIA, DUTCH, US and the GURKHA from PAKISTAN and INDIA were  been buried over here in a site called MENTENG PULO as a World War Second Memory. In  one  occassion the Prince Charles of UK was taken a chance visited this site when the Prince and the Lady came and Visit Indonesia in 1989. 

Gatot Subroto Str, Jakarta

Posted by: bakauhiyon | July 9, 2008

Unity in BioDiversity

http://bakauhiyonWordPress.com/

Welcome to INDONESIA
Indonesia is a tropical country which located on the Equatorial line, stretched  more than 5,000 miles, take a  seat on a globe from West to East between Indian Ocean and Pacific Ocean, flag to the entire worlds from North to South between Asian continent and Australia. (the picture above is a beach scenery in Kalianda, South Lampung District where we could find a wooden made canoe owned by fishermen)

Indonesia is s the world’s largest archipelago state which consist of about 17,508 islands; 6,000 of these are inhabited. There are 5 main islands and 30 smaller archipelagoes. The 5  main islands are Sumatra, Kalimantan (Borneo), Sulawesi, Java and Papua(Irian Jaya-the western half of New Guinea).     Read More…

« Newer Posts

Categories